Watu Tumpang, Kaliangkrik Magelang



Assalamualaikum wr.wb

Watu Tumpang adalah salah satu tempat yang menarik bagi saya meskipun tempat ini bukanlah tempat resmi untuk sebuah wisata namun jika dijadikan sebagai tempat wisata bagus juga.  "Watu" adalah kata dari bahasa Jawa yang dalam bahasa Indonesia berati Batu, sementara Tumpang juga berasal dari bahasa Jawa yang dalam bahasa Indonesia berati Menumpang atau Tersandar.  Jadi kenapa tempat ini disebut Watu Tumpang dikarenakan terdapat sebuah batu besar yang menumpang diatas sebuah bukit dan entah darimana asal batu tersebut.



Berdasarkan cerita warga sekitar dahulu ada seorang pertapa yang mempunyai sebuah senjata dan tersimpan dibawah batu besar tersebut.  Tempat ini berada di Desa Temanggal, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang.  Jika dari arah Kota Magelang kita menuju ke arah barat yaitu Kaliangkrik, sebenarnya ini melewati sebuah jalan alternatif Magelang - Wonosbo.  Setelah sampai di Sebuah Desa, yang bernama Besaran ada sebuah pertigaan kemudian belok kiri, kemudian ada pertigaan lagi belok kanan lurus hingga kira - kira 2 Km.

Watu Tumpang itu sendiri terletak di sebuah bukit yang dibawahnya ada ada pertigaan, nah jika anda ingin menaiki menuju Watu Tumpangnya anda dapat memparkirkan kendaraan anda dibawah atau dititipkan di rumah yang berada di pertigaan tersebut.  Untuk dapat sampai ke atas Watu Tumpang dengan menaiki bukit tersebut kira - kira dibutuhkan waktu sekitar 15 menitan dengan jalan santai menaiki tangga alami dan melewati semak belukar.



Waktu itu saya kesana dengan teman akrab saya yang kebetulan rumahnya dekat dengan objek Watu Tumpang tersebut.  Ya kita kesana pagi buta sekitar jam setengah 6 an.  Menurut saya waktu yang pas untuk menaiki Watu Tumpang tersebut yaitu pagi hari, kenapa ? Karena saat itu kita dapat menikmati indahnya sunrise yang akan  muncul dari ufuk timur yang terdapat pemandangan Gunung Merapi dan Gunung Merbabu yang saling berdekatan.  Sementara dibagian belakang terdapat pemandangan Gunung Sumbing yang terlihat kokoh dan megahnya.  Sementara untuk pemandangan dibawahnya terdapat pemandangan menarik yaitu pertanian warga sekitar dengan terasering juga dikelilingi oleh pegunungan yang disebut pegunangan Payung.

Inframe Masadi Naim

Perlu diingat bahwa ketika menaiki Watu Tumpang tersebut diperlukan teknik climbing, jadi harus berhati - hati.  Diatas batu besar tersebut juga tidak terdapat pagar jadi saya sarankan jangan terlalu menepi ya.  Suasana disana sangat alami sekali namun sangat disayangkan meskipun belum banyak namun disana terdaptat fandalisme yang menurut saya sangat mengganggu pemandangan jika dilihat, Untuk sampah sendiri disana juga ada banyak sampah kertas namun tidak terlalu banyak, karena sampah kertas disini sepertinya berbentuk pesawat - pesawatan yang mungkin digunakan untuk mainan ketika berada diatas batu besar tersebut.



Ya mungkin itulah sedikit pengalaman, berbagi cerita saya di Watu Tumpang, tetap jaga kelestarian alamnya ya, ingat nikmati alamnya dan ingatlah pencipta-Nya

Wassalamualaikum wr.wb

Comments

Popular posts from this blog

Pengalaman Membuat TabunganKu CIMB NIAGA

Pengalaman Membuat Rekening TabunganKu BRI

Pengalaman Sumbing Via Butuh Kaliangkrik Magelang